Cintamu Tak Bersyarat
Hembusan nafasku terhenti,
Detak jantungku berdebar,
Menyadari kehadirannya yang sungguh berarti
Kakiku tertatih,
Langkahku
terengah
Menyadari
perjuangannya
Tak ternilai harganya
Hatiku terkoyak,
Mataku terpejam
Saat kuiris, kulukai perasaannya
Yang mungkin tak seberapa dibanding sakitnya
Saat ia melahirkanku
Diselimuti tangis dan suka
Bodohnya diri ini
Yang tak mengerti
betapa besarnya hati ia
Meski lontaran
batu dan duri selalu mencucuri
Ia tetap berdiri,
menyayangi, mencintai tanpa syarat
Bunda… ibu… mama… apapun namanya
Begitu mulianya sosok dirimu
Menyayangi tanpa diminta,
Mencintai tanpa syarat…
Tak pernah lepas dari sikap memaafkan
Meski anakmu selalu membuat kesusahan
Sungguh, cintamu tak bersyarat
Ibu… apa yang dapat kuberikan padamu?
Meski air mata ini bercucuran…
Tak sebandinglah dengan segala pengorbananmu,
Bahkan, dari sekian wanita mulia di dunia ini
Pastilah ku akan memilih Ibu sebagai cinta pertamaku
Karena kau sendiri mencintaiku
Tanpa syarat, bahkan tak pernah berkarat
Hanya karena berbanggalah
Kau telah melahirkan anak-anak
Berbahagialah…
Karena engkau, Ibu yang terhebat
Yang menjadi sosok perantara Tuhan…
Penitipan Mulia
Sosok anggun dan perwira
Bagi Ciptaan Tuhan bernama Manusia
Di sudut Kota yang Gerimis
22 Desember 2013
#teruntuk seluruh Bunda di tanah air,, :)
...special for my mom: AM...
