Sabtu, 01 Agustus 2015

Siapa Saya Sebenarnya? (Sebuah Kontemplasi)


Masih dengan tema kontemplasi yang lama,,
Tentang kenyamanan hati yang tak kunjung terpenuhi.
Sungguh, sangat terbukti dan terasa.
Ketika diri bergelimangan harta, kesenangan, dan kealpaan akan  akhirat..
Hati ini semakin hampa.
Entah apa karena dulu pernah merasakan hati yang cerah, iman yang kuat, dan jiwa yang tenang,,
Lalu bersama orang-orang sholeh yang saling mengingatkan dalam kebaikan, kesabaran dan akhirat??
Ya Allah... Aku nggak ngerti apa mau-Mu.
Aku masih saja berada di sini.
Di sudut di mana aku belum mampu mengintegrasikan nilai-nilai ajaranMu yang suci,
Nilai-nilai kekhusyu'an-Mu yang mulia, dan ketenangan yang hakiki.
Aku masih saja dilibatkan dalam kondisi dan lingkungan belajar yang majemuk.
Aku hanya takut kehilangan cahaya-Mu, Ya Allah..
Aku amat rindu kebersamaan kita berdua.
Di mana aku bisa mendapatkan itu lagi???
Dengan keadaan hati yang bersih, polos, dan suci.
Aku sepertinya sudah tak tahan lagi dengan ujian-Mu, Ya Allah..
Auratku, ibadahku, akhlakku, dan apalagi  hapalanku,,
Goyah, bubar, bahkan hampir hilang.

Aku rindu kebersamaan dengan orang-orang berilmu, santun, dan berakhlak baik, yang mengikuti cara hidup Rasulullah.
Aku mohhon Ya Allah... Kembalikanlah aku pada jiwa yang tenang, jiwa yang tentram, dan penuh jihad fisabilillah.
Aku bohong banget nggak peduli dengan setiap perbuatan munkar di depan mataku.
Tapi apalah daya aku tak mampu mengubahnya.
Ampuni aku Ya Allah..
Mempertahankan marwahku sebagai seorang muslimah saja amat sulit,
Bagaimana aku bisa mendakwahi mereka???

Sungguh Ya Allah.. Aku (sepertinya) nggak sanggup jika harus terus-terusan berada di posisi seperti sekarang ini.
Aku mohon, Ya Allah.. Kembalikanlah aku pada sosok diriku yang sebenarnya...
Sosok yang teduh, dan penuh marwah sebagai seorang muslimah.
Aku pun siap dan mau jika memang harus mendampingi seorang mujahid.
Sungguh Ya Allah,, asal posisiku itu bisa membawaku pada surga-Mu.
Aku.. Sungguh merindukan surga-Mu, Ya Allah..
Tak apalah, jika aku baru hanya jadi sosok yang merindukan surga.
Karena mungkin, belumlah ku mampu menjadi sosok yang dirindui surga. (?)

Bahkan aku hampir lupa,, bagaimana caranya agar aku menjadi wanita yang dirindui surga???
Ya Allah.. Aku mohon,, kembalikanlah aku pada jiwaku yang tenang, posisiku yang sebenarnya,
Ketika ku menjadi hamba-Mu yang khusyu' dalam ibadah, khusyu' dalam kehidupan.. Dunia dan akhirat.

Bohong banget kalo aku Cuma pingin ngejar dunia yang fana ini.
Aku ingin... Dan aku butuh, dan selalu butuh, sangat butuh bekal untuk kehidupanku di akhirat kelak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar