Masih dengan tema
kontemplasi yang lama,,
Tentang kenyamanan
hati yang tak kunjung terpenuhi.
Sungguh, sangat
terbukti dan terasa.
Ketika diri
bergelimangan harta, kesenangan, dan kealpaan akan akhirat..
Hati ini semakin
hampa.
Entah apa karena
dulu pernah merasakan hati yang cerah, iman yang kuat, dan jiwa yang tenang,,
Lalu bersama
orang-orang sholeh yang saling mengingatkan dalam kebaikan, kesabaran dan
akhirat??
Ya Allah... Aku
nggak ngerti apa mau-Mu.
Aku masih saja
berada di sini.
Di sudut di mana aku
belum mampu mengintegrasikan nilai-nilai ajaranMu yang suci,
Nilai-nilai
kekhusyu'an-Mu yang mulia, dan ketenangan yang hakiki.
Aku masih saja
dilibatkan dalam kondisi dan lingkungan belajar yang majemuk.
Aku hanya takut
kehilangan cahaya-Mu, Ya Allah..
Aku amat rindu
kebersamaan kita berdua.
Di mana aku bisa
mendapatkan itu lagi???
Dengan keadaan hati
yang bersih, polos, dan suci.
Aku sepertinya sudah
tak tahan lagi dengan ujian-Mu, Ya Allah..
Auratku, ibadahku,
akhlakku, dan apalagi hapalanku,,
Goyah, bubar, bahkan
hampir hilang.
Aku rindu
kebersamaan dengan orang-orang berilmu, santun, dan berakhlak baik, yang
mengikuti cara hidup Rasulullah.
Aku mohhon Ya
Allah... Kembalikanlah aku pada jiwa yang tenang, jiwa yang tentram, dan penuh
jihad fisabilillah.
Aku bohong banget
nggak peduli dengan setiap perbuatan munkar di depan mataku.
Tapi apalah daya aku
tak mampu mengubahnya.
Ampuni aku Ya
Allah..
Mempertahankan
marwahku sebagai seorang muslimah saja amat sulit,
Bagaimana aku bisa
mendakwahi mereka???
Sungguh Ya Allah..
Aku (sepertinya) nggak sanggup jika harus terus-terusan berada di posisi
seperti sekarang ini.
Aku mohon, Ya
Allah.. Kembalikanlah aku pada sosok diriku yang sebenarnya...
Sosok yang teduh,
dan penuh marwah sebagai seorang muslimah.
Aku pun siap dan mau
jika memang harus mendampingi seorang mujahid.
Sungguh Ya Allah,,
asal posisiku itu bisa membawaku pada surga-Mu.
Aku.. Sungguh
merindukan surga-Mu, Ya Allah..
Tak apalah, jika aku
baru hanya jadi sosok yang merindukan surga.
Karena mungkin,
belumlah ku mampu menjadi sosok yang dirindui surga. (?)
Bahkan aku hampir
lupa,, bagaimana caranya agar aku menjadi wanita yang dirindui surga???
Ya Allah.. Aku
mohon,, kembalikanlah aku pada jiwaku yang tenang, posisiku yang sebenarnya,
Ketika ku menjadi
hamba-Mu yang khusyu' dalam ibadah, khusyu' dalam kehidupan.. Dunia dan
akhirat.
Bohong banget kalo
aku Cuma pingin ngejar dunia yang fana ini.
Aku ingin... Dan aku
butuh, dan selalu butuh, sangat butuh bekal untuk kehidupanku di akhirat kelak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar