Aku Dan Ikatanku
Berawal
dari ketidaksengajaan, aku berada di posisi yang istimewa ini. Oh tidak, bukan
istimewa… hanya saja mencoba ingin menjadi salah satu sosok yang “membuat
istimewa”.
Saat
itu, aku masih belum jadi tunas merah yang berkembang. Hanya selangsang ranting
kuning yang layu, merangkak di bawah mentari yang terik. Hingga aku mulai
terayuh untuk menuju cahaya merah yang masih samar-samar.
Ingat
betul, ketika itu aku menanyakan hal ini pada dua orang mahasiswa tingkat
semester atas yang datang ke sekolahan di mana tempat aku menghabiskan masa
kuning keemasanku dulu.
“Kak,
di sana ada organisasi IMM kan?”
“Oh,
ya ada. Tapi kalau untuk santri-santri kita, kebanyakan pada ikut KM3.”
Hah?
KM3? Apa itu? Sedangkan yang aku tahu, IMM lah yang jadi organisasi intra di
setiap Perguruan Tinggi Muhammadiyah, iya kan? (#belum tahu…)
Sesampainya
aku di tanah pendidikan ini, ku mulai menemukan kilatan-kilatan merah di setiap
sudut mata memandang. Alangkah gagahnya kakak-kakak itu... Memakai jas merah,
bersorak-sorak ringai, menebarkan semangat kemerahan. Tetapi, ada beberapa hal
mengganjal ku temui selama Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAMA) tahun 2011 di
kampus ini.
Hari-hari
pertama masih terasa normal, biasa saja, dan tak ada apa-apa. Yang saat hari
pembekalan sebelumnya, aku mulai mengenal si “merah” lewat lagu andalannya…
Ayolah…
Ayo… Ayo…
Derap
derukan langkah
Dan
kibar geleparkan panji-panji
Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah
Sejarah
umat telah menuntut bukti
Subhanallah…,
ku rasakan getaran itu tiap kali untaian bait terucap di bibir kami.
Hingga
ku berpikir… apakah saat itu aku mulai jatuh cinta padanya? ^_^
Oh…
nanti dulu,,,
Satu
hari, dua hari, dan ke tiga harinya lah… ku merasa ada sesuatu yang berkurang.
Kemana
pasukan merah-merah itu? Koq hanya bapak-bapak dosen dan karyawan yang ada di
mimbar-mimbar depan? Kemana pasukan merah itu? Isunya… ada suatu propaganda di
balik ini semua??? Aiiiiish,,, anak baru, tak mengertilah aku… -_-
...Bersambung...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar