Kamis, 30 Oktober 2014

Kisah antara Aku dan Si Merah Marun (IMM) bag. 3



Lanjutan... Aku dan Ikatanku

Lanjutkan Kawan, Aku di Belakang Kalian!

“Reni, Deka… gimana DAD kemarin? Sayang banget ya aku nggak bisa ikut…” tanyaku pada Reni dan Deka teman satu kelasku yang berkesempatan ikut DAD.
“Ya gitu deh Fit… Kamu nggak ikut sii… lumayan seru,,, dikasih materi sampe malem tw...”, jawab Reni.
“Oh iya Fit, nanti siang jam 1 kita ada rapat-pertemuan lhoo, tindak lanjut dari DAD kemarin… bidang pendidikan atau apaa gitu,, kamu ikut yuk?...”, ajak Deka.
“Hah??? Rapat apa? Bidang pendidikan? Yaa pengen sih.. tapi malu, aku kan nggak ikut DAD”, sangkalku.
“Wes tho,,, rapopo… ikut aja,,, kamu kan pinter ngomong, la aku nanti nggak tahu apa-apa gimana? Ikut ya Fit… Ya… Ya…??”, rayu Deka dan Reni.
“Haaa? Yakin,, apa nggak papa?”
“Iya, nggak papa… temenin kita aja.”
“Hemm… okelah kalo begitu, aku juga penasaran, pingin tau aja agendanya ngapain ya?”
“Siip… nanti kumpul di masjid ya. Ada Kak Johan juga koq… hee”.

Ba’da dzuhur kami bergegas ke masjid. Hingga kawan-kawan berkumpul, aku belum mengerti agendanya seperti apa siang ini? Deka dan Reni pun demikian. Eh, ternyata yang hadir ya kawan-kawan ikatan… Kakak-kakak yang pernah aku liat ketika MASTAMA dulu. Wuiih… nggak nyangka aku akan berada dalam satu lingkaran bersama kawan-kawan ikatan merah!
“Iya, jadi kita akan menyusun tim redaksi baru untuk buletin Sinar Melati milik IMM.”, begitulah cuplikan penjelasan salah seorang Kakak IMM yang telah mengundang kader-kader baru seperti kami.
“Haa?? Buletin Sinar Melati? Apa lagi ini?” tanyaku dalam hati. “Ooo, jadi kita akan dilibatkan dalam pembentukan tim redaksi Buletin Sinar Melati? Menarik juga…” pikirku.
“Ya, teman-teman jangan khawatir, meski mungkin di sini ada yang belum ikut DAD, bukan masalah besar sepertinya. Yang penting kontribusi teman-teman dalam ikatan. Tidak usah berkecil hati…” jelas salah seorang Kakak yang hadir pada waktu itu.
Waduuh,, koq tau ya? Hehe, aku memang sempat minder, belum merasa pantas bergabung di sini. Tapi yaa.., aku juga pingin memberi kontribusi positif untuk ikatan merah ini yang sejak pertama kali aku mengenalnya aku sudah jatuh cinta… :D

Muktamar IMM XVI-Surakarta
Setiap Rabu sore kami berkumpul untuk membahas persiapan penerbitan Sinar Melati edisi selanjutnya. Kalau tidak salah, saat kami bergabung pada waktu itu, umur Sinar Melati sudah sampai terbitan yang ke VI. Diskusi demi diskusi telah kami lalui. Pada kali pertamanya kami tergabung, SM di bagi menjadi beberapa rubrik. Ada Kantin Rohani, Pendidikan, IPTEK, dan Kesehatan. Di edisi ke VI itu aku mendapat bagian di rubrik Pendidikan, satu tim bersama Immawan Barep. Untuk pertama kalinya, kami bersinergi untuk membuat satu judul tulisan tentang UAS, karena saat itu telah dekat dengan masa-masa UAS. Serta merta, jari jemari ini mulai tergerak untuk menulis bahasan tentang pendidikan. Hingga akhirnya… tulisan kami disetorkan pada Redaktur Immawan Johan, lalu ke Editor Immawan Khoirum Mahmuda. Dan taa daa… tulisan kami berhasil dimuat dalam Buletin Sinar Melati yang terbit pada tanggal 19 Desember 2011. Bersama kawan-kawan Reporter lainnya; Arif Muamar, Yoga Hasdi A (sekarang PimRed SM), Andi Pebriudin, Naila Milaturrahmah, Barep Pangestu, Sholehudin Ma’ruf, Paryadi, Syahid, Ida Sutaningsih, Ukhti Olifia, Dewi Karini, Reni Anggraini, dan M. Sodikin. Bagian percetakan & distributor saat itu adalah Budiyanto, sedangkan Keuangan dipegang oleh dua Immawati cantik Iin Fidiyanti dan Lilik Setiana (Ukhti Hilyatunnisa yang sekarang pergi dari sisiku, entah kemana.. :P)

Sungguh, pada kali terbitan itu, aku sendiri senang bukan main. Seujung kuku karyaku bersama kawan-kawan redaksi bisa sampai ke tangan publik. Walau mungkin baru di kalangan kita sendiri, termasuk orang tuaku di rumah, tapi mereka terlihat sangat senang membaca buletin kami.
“Bapak, Ibu… baru ini yang bisa aku tunjukkan pada kalian sebagai anak Persyarikatan. Semoga Ibu dan Bapak sedikit bangga meng-kuliahkanku di sini sampai detik ini”, gumamku dalam hati.
Secuil prestasi kecil ini tak lain dan tak bukan adalah karena berkat Rahmat Allah swt kepada kami. Dan yang kedua… hal ini pun tak lepas dari sentuhan lembut Ayunda kami tercinta, Ayu Lestari yang saat ini duduk di DPD IMM Lampung. Semangat beliau tak kalah hebohnya dibanding kami adik-adik tingkatnya di ikatan ini. Beliaulah yang menjadi tonggak gerakan, Ketua Redaksi saat itu. Immawati sejati… inspirasi kami untuk terus bergerak dalam pencerahan umat. Kalau bukan karena kesabaran, motivasi dan kehadiran beliau… entah apakah Sinar Melati akan terus bersinar? (#luv u so much mbak Ayu… ;)

Meski memang, banyak sekali hambatan-hambatan yang kami lalui kala itu. Mulai dari hari Rabu yang sering hujan deras, kumpul untuk rapat tapi kesorean, sampai anggota Tim yang berguguran. Yaa… kini semua tinggal sejarah, yang mungkin bagiku sendiri akan selalu tersimpan. Apa lagi ketika mengingat awal sejarah SM di kampus UMMetro tercinta ini yang pernah diceritakan Mbak Ayu. Penuh cerita dan dramatis… T_T


...Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar