Lanjutan... Aku dan Ikatanku (Penutup)
Cambukan
untuk Kami
Berbulan-bulan,
edisi demi edisi, Sinar Melati tersebar hampir ke seluruh penjuru daerah. Namun,
di balik itu semua masih sering dan banyak kali pertemuan rutin tak berjalan
dengan mulus. Seperti tadi, yang kesorean-lah, tertabrak liburan, tertabrak
kuliah, tim redaksi yang non-aktif, hingga dimungkinkan semangat gerakanlah
yang sebenarnya luntur. Nampaknya bait lagu ini sangat perlu diteriakkan
kembali ke telinga-telinga para kader kita!
Ingatlah,
ingat… ingat…
Niat
t’lah diikrarkan
Kitalah
cendikiawan berpribadi
Susila
cakap taqwa kepada Tuhan
Pewaris
Tampuk pimpinan umat nanti
Niat,
ya Niat! Kalau bukan karena Allah Ta’ala, tentu saja bisa jadi sia-sia
perjuangan kita. Masing-masing kita harus senantiasa memurnikan niat, karna
kitalah cendikiawan berpribadi yang sekaligus pewaris tampuk pimpinan umat
nanti.
Dipertemukan
dengan Rekan-rekan yang Luar Biasa
Sampailah
aku di semester 4, ya… di semester 4 menuju semester 5, kurang lebih 2 tahun
aku mengenal si Merah. Yang paling spesial, ada beberapa sosok-sosok baru di
SM. Wajah lama, namun memberi aura baru kali ini! Kawan-kawan dari PK FKIP
semakin mengeratkan ikatan yang sempat hampir punah. Hemat kata, merekalah
kader-kader asli yang lebih dulu berpetualang dalam baret merah (dibanding
aquuuh).
Orang-orang
luar biasa itu adalah Ukhti Oktri Susanti, Immawati Tika Mawarni, Immawati Kama
Nur Anisa, Immawati Surti, Immawan Lihan Khudori, Immawan Lukman Wiganda,
Immawan Rofiq Ibnu Kamsidi (alias Sugeng Santoso), Immawan Wiyanto, dan masih
beberapa lagi yang mungkin belum sempat aku tuliskan. Bersama mereka, bertambah
lengkaplah pasukan ini. Alhamdulillah…
Sejak
saat itulah ide-ide positif yang baru banyak bermunculan. Sekali lagi, dengan
semangat lama yang terbarukan, kami senantiasa bergerak dalam pencerahan umat.
Mulai dari satu momen yang masih ku ingat, agenda pergantian formatur pimpinan
redaksi. Setelah melalui sistem voting langsung, terpilihlah Immawan Yoga Hasdi
A (Si Pemberontak) yang menggantikan posisi Yunda Immawati Ayu Lestari sebagai
Pimpinan Redaksi. Tampak jelas tidak hanya dari raut wajah Bang Yoga, namun
dari tiap kata yang ia lontarkan, seperti begitu berat rasanya amanah itu ia
pikul. Kasihan Bang Yoga… (cekikik hatiku :D)
Nah,
sejak saat itulah pula perubahan-perubahan kembali kami (baca: aku) rasakan.
Penguatan komitmen sebagai tim redaksi dalam SM tak henti-hentinya Bang Yoga
koarkan, sehingga dibantu oleh Mbak Oktri dan kawan-kawan lainnya dengan begitu
semangat. Penuh gegap gempita, namun terkadang “galau”, hampir tiap pekan
beliau mengirimi kami SMS untuk mengundang rapat rutin. Walaupun ya… hanya satu,
dua, lima orang yang datang. Itu tak mengapa, rapat-rapat pun tetap berjalan.
Hingga ide-ide menarik banyak bermunculan, seperti Kajian keislaman khusus
akhwat SM, launching Komunitas Penghafal Al Qur’an yang bekerjasama dengan PC
IMM Kota Metro, dan juga ini! Ini lhoo, buku yang sekarang ada di tangan
kawan-kawan pembaca semua. Dengan diterbitkannya buku antologi karya tim
redaksi SM yang masih bertahan inilah yang menjadi persembahan sederhana kami
sebagai anak negeri.Yap, yap, yap… dari sini pula semangatku untuk bertahan
kembali muncul.
Akhirnya,
(namun bukan akhir dari segalanya) aku semakin butuh untuk mengenal ikatanku.
Ternyata banyak juga problematika yang sempat aku hadapi di perjalanan ta’aruf
dengan ikatan ini. Aku juga masih menikmati gelombang-gelombang perjuangan yang
jika dibandingkan dengan kawan-kawan ikatan terdahulu, belum ada apa-apanya.
Yaa,, hanya saja “Selagi saya masih bisa memberi kontribusi positif, insyAllah
akan saya beri. Saya pun akan membantu seperti yang bisa saya lakukan. Sekali
lagi, sekuat-semampu saya”.
Terima
kasihku pun tak lupa ingin aku sampaikan pada Mbakku Tersayang, yang dengan
beliau aku banyak belajar dan sedikit banyak mengerti tentang keadaan ikatan
merah di tanah pendidikan ini _Yunda Immawati Nunik el-Zhafira. Kami yang
sama-sama berangkat dari pondok, sangat merasakan perjuangan yang sedikit
berbeda. Harus lebih banyak mengerti keadaan dalam pondok, memperkokoh
karakter, menjaga nama baik almamater dan terus berusaha memenej diri maupun
waktu secara lebih ekstra. Singkat kata, dari sekelumit kisah perjalanan yang
telah ku uraikan, satu pelajaran yang dapat kita ambil…
_Itulah Kehidupan, Tak Pernah Lepas
dari Segala Bentuk Perjuangan_
Pesan
terakhir, semangatlah kawan-kawan ikatan… Karena ada Allah bersama kita…
Immawan dan Immawati
Siswa teladan Putra harapan
Penyambung Hidup generasi
Ummat Islam seribu zaman
Pendukung cita-cita luhur
Siswa teladan Putra harapan
Penyambung Hidup generasi
Ummat Islam seribu zaman
Pendukung cita-cita luhur
Negri indah adil dan makmur
“Hai orang-orang
mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan
meneguhkan kedudukanmu.” (Q.S Muhammad :7)
Wallahu a’lam bishshowab…
*Diterbitkan pada tahun 2014 dalam buku antologi:
SINAR MELATI
Romantika Pendaran Cinta,
Karena Setiap Cinta Memiliki Cintanya Sendiri

Klu mw nyumbang artikel ke www.bersatulah.com boleh juga.
BalasHapusKirim ke email q ya djohanlistiyawan@gmail.com
Klu mw nyumbang artikel ke www.bersatulah.com boleh juga.
BalasHapusKirim ke email q ya djohanlistiyawan@gmail.com